Subscribe:

Rabu, 22 Oktober 2014

e-Business

e-Business atau Electronic business dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi,dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, melingkupi sistem, pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web memanfaatkan jasa internet. Terminologi ini pertama kali dikemukakan oleh Lou Gerstner, CEO dari IBM.
Marketspace adalah arena di internet, tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli secara bebas seperti layaknya di dunia nyata (marketplace). Mekanisme yang terjadi di marketspace pada hakekatnya merupakan adopsi dari konsep “pasar bebas” dan “pasar terbuka”, dalam arti kata siapa saja terbuka untuk masuk ke arena tersebut dan bebas melakukan berbagai inisiatif bisnis yang mengarah pada transaksi pertukaran barang atau jasa.
Seluruh perusahaan, tanpa perduli ukuran dan jenisnya, dapat menerapkan konsep e-Business, karena dalam proses penciptaan produk maupun jasanya, setiap perusahaan pasti membutuhkan sumber daya informasi.
                                                                                                                                        
Pengertian Dan Model-model e-business

Pengertian e-Business atau Electronic business adalah kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semiotomatis dilakukan dengan menggunakan teknologi elektronik. E-business memungkinkan suatu perusahaan untuk berhubungan dengan sistem pemrosesan data internal dan eksternal secara lebih efisien dan fleksibel. E-business juga banyak dipakai untuk berhubungan dengan suplier dan mitra bisnis perusahaan, serta memenuhi permintaan dan melayani kepuasan pelanggan secara lebih baik.

Model - model e-business :
  • B2C (Business to Consumers)
  • B2B (Business to Business)
  • Consumer To Consumer (C2C)

Pengertian B2B :
Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar

Karakteristik B2B :
  1. Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
  2. Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
  3. Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
  4. Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange )
  5. Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya

Pengertian B2C :
Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu

Karakteristik B2C :
  1. Informasi disebarkan secar umum.
  2. Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
  3. Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.
  4. Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server

Pengertian C2C :
Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.

Karakteristik C2C :
  1. Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
  2. Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
  3. Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.



Jenis-Jenis E-business
E-bussines adalah sutau kata yang mungkin bagi kita sudah tidak asing lagi, E-bussines merupakan suatu kegiatan bisnis yang dilakukan secara online atau dengan memanfaatkan internet, kegiatan dalam e-bussines tidak saja terbatas pada masalah transaksi penjualan dan pembelelian barang tetapi juga masalah-masalah lain seperti pelayanan komsumen, kolega bisnis dan lain-lain. Dari sisi cakupan inilah yang membedakan antara e-business dan e-comerce dimana e-comerce cakupanya hanya terbatas pada masalah transaksi dan penjualan barang saja. Berikut adalah jenis-jenis e-bussines yang biasa dilakukan :
  • B2B, adalah bisnis yang dilakukan sebuah perusahaan dengan perusahaan lain(antara perusahaan) baik itu perusahaan yang bergerak pada bidang industri yang sama ataupun berbeda dengan menggunakan media Internet. B2B biasa dilakukan untuk menghemat biaya transaksi. Sebagai contoh perusahaan A ingin memesan sejumlah unit komputer pada perusahaan B, maka perusahaan A dapat mengakses situs resmi perusahaan B dan menuliskan pesanannya. Perusahaan B yang mendapatkan pesan pemesanan barang tersebut akan mengirimkan barang yang dimaksud. Pembayaran biasanya dilakukan berdasarkan kesepakatan sebelumnya. Meskipun tentu saja pemesanan barang ini dapat dilakukan dengan mengangkat telepon. Salah satu contoh perusahaan di Indonesia yang menerapkan konsep B2B adalah situs www.dagang2000.com milik PT Indosat Adimarga dan www.indonesianexport.com milik PT e-Commerce Nusantara.
  • B2C, dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik dimana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik  Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah www.Amazon.com dan www.WSJ.com
  • Business to Administrator, adalah sebuah kegiatan memanagement semua aspek bisnis yang dibangun untuk bisa membangun dan mengembangkan bisnis yang dilakukan sesuai dengan sasaran dan tujuan dari pembagun bisnis yang dilakukan. Sebagian besar perusahaan memiliki sebuah kelompok khusus administrator yang bekerja untuk memastikan hal ini terjadi. Contoh situs yang menggunakan konsep ini adalah www.emagister.net
  • Brokerage, adalah orang yang menyediakan pasar, brokerage memiliki peran dalam mempertemukan dan memfasilitasi transaksi antara penjual dan pembeli. Brokerage sering memainkan peran dalam bisnis-to-business (B2B), business-to-konsumen (B2C), atau konsumen-ke-konsumen (C2C). Keuntungan didapat oleh brokerage dari komisi yang diberikan oleh pihak yang terlibat dalam transaksi baik itu penjual atau pembeli. Contoh situsnya seperti www.respond.com atau www.paypal.com
  • Seller Driven Market, adalah jenis pasar penjualan elektronik komoditas, dimana dalam pasar ini terjadi kelangkaan komoditas atau barang yang mendasar yang mengakibatkan harga menjadi mahal karena permintaan atas barang / pasokan yang amat tinggi. Contoh situs yang mengaplikasikan pasar ini adalah  www.lelangmurah.com
  • Buyer Driven Market, adalah jenis pasar elektronik yang berlawanan dengan pasar Seller driven market. Dalam pasar ini bisanya terdapat banyak sekali situs atau penjual yang menawarkan sebuah produk yang sama sehingga dengan demikian pembeli memilki kesempatan untuk memilih. Ketika keadaan pasar seperti ini biasanya harga barang yang ditawarkan oleh penjual akan cenderung murah. Contoh situs yang cukup terkenal dengan konsep ini misalnya www.buyers-market.net

Ruang Lingkup e-bisnis 4 W terdiri dari Dimensi Who, What, Why, Where             

Dimensi What.
Wilayah e-bisnis mencakup kolaborasi antara organisasi dan mitranya, interaksi antara organisasi dan pelanggannya, pertukaran informasi antara organisasi dengan para stakeholder, dan lain sebagainya.
Luasnya komunikasi yang dimungkinkan dengan teknologi internet berdampak pada luasnya wilayah e-bisnis.

Dimensi Who.
Entitas-entitas yang berinteraksi dalam suatu sistem ebisnis dapat diklasifikasikan menjadi: Agent, Business, Consumer, Device, Employee, Family, and goverment.

Dimensi Where.
Kegiatan e-bisnis dapat dilakukan di mana saja, sejauh pihak-pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas elektronik sebagai kanal akses (access channel)

Dimensi Why.
Penerapan e-bisnis tidak saja menguntungkan organisasi karena banyaknya komponen biaya tinggi yang dapat dihemat, tetapi juga memberikan kesempatan kepada organisasi untuk menaikkan tingkat pendapatannya.









Kunci Sukses dalam E-Business

Berikut ini merupakan factor- factor yang perlu diperhatikan dalam meraih  sukses E-bisnis:
  1. Customer Service
  2. Price
  3. Quality
  4. Fulfillment Time
  5. Agility
  6. Time to Market
  7. Market Reach
Dalam mengimplementasikan konsep E-bisnis, terlihat jelas bahwa meraih keunggulan kompetitif (competitive advantage) jauh lebih mudah dibandingkan mempertahankannya. Secara teoritis hal tersebut dapat dijelaskan karena adanya karakteristik sebagai berikut:
  • Pada level operasional, yang terjadi dalam E-bisnis adalah restrukturisasi dan redistribusi dari bit-bit digital (digital management), sehingga mudah sekali bagi perusahaan untuk meniru model bisnis dari perusahaan lain yang telah sukses;
  • Berbeda dengan bisnis konvensional dimana biasanya sebuah kantor beroperasi 8 jam sehari, di dalam E-bisnis (internet), perusahaan harus mampu melayani pelanggan selama 7 hari seminggu dan 24 jam sehari, karena jika tidak maka dengan mudah kompetitor akan mudah menyaingi perusahaan terkait;
  • Berjuta-juta individu (pelanggan) dapat berinteraksi dengan berjuta-juta perusahaan yang terkoneksi di internet, sehingga sangat mudah bagi mereka untuk pindah-pindah perusahaan dengan biaya yang sangat murah (rendahnya switching cost);
  • Fenomena jejaring (internetworking) memaksa perusahaan untuk bekerja sama dengan berbagai mitra bisnis untuk dapat menawarkan produk atau jasa secara kompetitif, sehingga kontrol kualitas, harga, dan kecepatan penciptaan sebuah produk atau jasa kerap sangat ditentukan oleh faktor-faktor luar yang tidak berada di dalam kontrol perusahaan; dan
  • Mekanisme perdagangan terbuka dan pasar bebas (serta teori perfect competition) secara tidak langsung telah terjadi di dunia internet, sehingga seluruh dampak atau dalil-dalil sehubungan dengan kondisi market semacam itu berlaku terjadi di dunia maya.






contoh kasus sukses e-business
Belajar Satuan: e-Bisnis. Silabus:
- Digitalisasi dan e-bisnis.
- Ekonomi Baru.
- contoh Bisnis di Web: B2B, B2C, B2A, B2E...
- E-Bisnis Implementasi.
- E-Proses (CRM, SCM, e-Procurement...)
- E-Keamanan (Digital Signature, SSL Protokol, Secure elektronik Transaction).
- Studi kasus: TeleKerja dan e-bisnis. Amazon. Alibaba Kelompok.
Kursus ringkasan
e-bisnis adalah cara baru melakukan bisnis yang dapat menjadi keunggulan
Contoh Kursus (e-bisnis):
e-bisnis
Internet, e-perdagangan, e-bisnis, pemasaran digital, dll - Anda mendengar kata-kata lebih banyak dan lebih sering sebagai fenomena ini semakin menjadi bagian dari bisnis sehari-hari di seluruh dunia. Perusahaan mulai menjual secara online dan mengubah struktur Intern mereka. Digitalisasi adalah konsep kunci dalam e-Bisnis. Sedangkan konsep mungkin mendasar dampak pada bisnis akan fenomenal. Contoh pemerintah dan bisnis baru sedang dikembangkan sebagai hasilnya. Jika diterapkan dengan benar digitalisasi dapat berkontribusi positif untuk struktur sosial dan ekonomi baik di negara maju dan kurang berkembang.

Kita sedang bergerak dari masyarakat industri ke masyarakat informasi, diatur oleh ekonomi baru - digital atau e-ekonomi. Peluang baru, dan juga ancaman baru, muncul. Pemain kecil dapat bersaing dengan yang besar selama mereka dapat menemukan ceruk pasar mereka. Banyak konsep yang berlaku di tradisional, batu bata dan mortir dunia perlu diciptakan kembali dengan mempertimbangkan potensi dunia digital. Entah bagaimana, semua ini mempunyai dampak pada masyarakat. Untuk memenuhi tantangan digital, perusahaan sepenuhnya harus memahami sifat dari e-ekonomi.

Tidak ada yang memiliki keamanan total di Internet, yang berarti bahwa baik pembeli dan penjual menjalankan beberapa jenis risiko. Namun, perkembangan teknologi menawarkan cara melakukan transaksi yang semakin aman. Teknik enkripsi data dapat membuat e-perdagangan lebih aman dibandingkan tradisional kartu kredit perdagangan.
Kesulitannya terletak dalam meyakinkan konsumen digital bahwa situs kami adalah benar aman dan bahwa perdagangan elektronik juga sangat aman. Ketika transaksi dilakukan di Internet dan data pribadi yang dikirim (nama, alamat, nomor kartu kredit, dll) kita harus mempertimbangkan apakah dapat disadap selama transmisi (antara pembeli dan penjual) oleh orang lain.
Siapapun bisa menggunakan informasi ini untuk mengambil identitas kita?
Pada saat yang sama, penjual ingin untuk memastikan bahwa data yang ia terima adalah asli, atau dengan kata lain, dia perlu tahu bahwa pembeli benar adalah siapa dia "mengatakan" dia. Hal ini untuk alasan-alasan bahwa "sistem transmisi aman" telah dikembangkan.







Pembuatan model data dan design database

1.     Proses Desain Database
Dalam mendesain sebuah database agar menjadi database yang handal dan tangguh, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Langkah-langkah tersebut diantaranya :
1.      Analisis Persyaratan
memahami dan mengetahui data yang harus disimpan dalam database, aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih banyak digunakan dan subyek untuk melakukan persyaratan yang ada, atau dengan kata lain, kita harus tau apa yang diinginkan pengguna database tersebut.
2.       Desain Database Konseptual
Informasi dikumpulkan pada saat analisis persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang harus disimpan dalam database bersama batasan yang telah diketahui untuk menetapkan penyimanan data tersebut. Dalam langkah inilah entitas, atribut dan batasanya yang terlibat dalam desain aplikasi database ditentukan. Langkah ini sering dilakukan dengan model ER diagram.     
3.      Desain Database Logika
Dalam langkah ini adalah menentukan/memilih DBMS yang akan digunakan untuk mengimplementasikan desain database dan mengubah konsep desain database menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih. Dalam langkah ini merupakan proses perubahan dari skema ER diagram menjadi skema Database Relasional (RDBMS)
4.      Perbaikan Skema
Menganalisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional (RDBMS) untuk mengidentifikasi permasalahan yang muncul dan memperbaikinya
5.      Desain Database Fisik
melakukan pertimbangan-pertimbangan beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh database yang kita gunakan dan memperbaiki desain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini mencakup pembuatan indeks pada beberapa tabel dan mengelompokan beberapa tabel atau bahkan melibatkan desain ulang substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah pertama desai database.
6.      Desain Aplikasi dan Keamanan
Setiap proyek perangkat lunak yang melibatkan sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di  luar database itu sendiri. Dalam hal ini kita harus mengidentifikasi entitas (ex; pengguna, grup-grup pengguna dan bagian-bagian lain) dan proses-proses yang terlibat dalam aplikasi. Kita harus menggambarkan peran setiap entitas dalam setiap proses yang akan direfleksikan pada beberapa tugas aplikasi, sebagai bagian dari aliran kerja lengkap untuk tugas tersebut.
Selanjutnya adalah fase implementasi, kita harus mengkodekan tiap tugas ke dalam sebuah bahasa aplikasi (ex: java), menggunakan DBMS untuk mengakses data.
2.     Diagram Hubungan –Entitas (Entity-Relationship)
Diagram E-R adalah suatu tehnik grafis yang menggambarkan skema database yang menunjukkan berbagai entitas yang dimodelkan dan hubungan antar entitas tersebut. Disamping itu juga secara grafis merupakan model suatu organisasi. Entitas adalah segala sesuatu yang informasinya ingin dikumpulkan dan disimpan dalam organisasi. Dalam diagram E-R digambarkan dalam bentuk persegi panjang.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_JWBNo-FNyquFVLPYqHvoRBblLG0MeFR1-txZ5PfWiOYBLDvm0pGMjvupSzc1mBkw2aM-p7uoI83CUJQezZafjDqobS4I4LNhDHJHAGZRhEMlcvG7hhfcVywzlx97PLdyXDhyXxcQoC0/s640/Untitled.png

3.     Model data REA 

Model data REA adalah model data yang digunakan untuk mendesain database secara konseptual dengan cara mengidentifikasikan entitas apa saja yang seharusnya dimasukkan kedalam database dan menentukan bagaimana membuat struktur antar entitas dalam database tersebut. Model data REA mengklasifikasi entitas ke dalam tiga kategori, yaitu:
  • Sumber daya (resource) adalah hal-hal yang memiliki nilai ekonomi bagi organisasi.
  • Kegiatan (event) adalah berbagai aktivitas bisnis yang informasinya ingin dikumpulkan perusahaan untuk tujuan perencanaan dan pengendalian.
  •  Pelaku (agent) adalah entitas jenis ketiga dalam model REA. Pelaku adalah orang-orang dan organisasi yang terlibat dalam kegiatan yang informasinya ingin didapatkan untuk tujuan perencanaan, pengendalian, dan evaluasi.

Pembuatan model data  dalam proses  Desain database

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZ4JYu1blXZf2f5KHI3gi26r1-CEBp5su7EV7H4xz01iUfHjH8r_wlo0-2QvqoJQ1XYxh7tjUw1nsH6rdoqj2mRil9x8DajPJXa7jCiia_64uxYsJNmN8yY9LFWM1vcUsezvWYFhfzfY4/s640/2.png


4.     proses pembangunan data REA dalam siklus transaksi
Membangun diagram REA untuk siklus transaksi tertentu terdiri dari empat langkah berikut:
1.      Identifikasi pasangan kegiatan pertukaran ekonomi yang mewakili hubungan dualitas dasar memberi-untuk-menerima, dalam siklus tersebut.
2.      Identifikasi sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan pertukaran ekonomi dan para pelaku yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
3.      Analisis setiap kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut harus dipecah menjadi suatu kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan kegiatan pertukaran ekonomi. Apabila perlu, ganti kegiatan pertukaran ekonomi aslinya dengan rangkaian kegiatan komitmen dan pertukaran ekonomi yang dihasilkan dari pemecahan kegiatan tadi.
4.      Tetapkan kardinalitas (cardinalities) setiap hubungan.
Langkah 1 : Identifikasi Kegiatan Pertukaran Ekonomi dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqmk0ovZCOPvC7FWi7zv8BR22PuvNtJKrCAOJ78rFDIq0XfKllxMGrFl3G8G_ZLTZm5z4kEPoqlBt7wIe4v_yonbPJQ1zUbh4ZCZlcsfvAL7T4pfBmDIszFmyk4g5ogvLDGFj87Iiu6Uw/s640/3.png

Gambar DD-4 memperlihatkan bahwa pola dasar REA terdiri dari sepasang kegiatan, satu kegiatan meningkatkan beberapa sumber daya, dan kegiatan satunya menurunkan beberapa sumber daya. Pertukaran ekonomi dasar dalam siklus pendapatan melibatkan penjualan barang dagangan atau pelayanan, serta serangkaian penerimaan kas sebagai pembayaran dalam penjualan tersebut.

Jadi, Perancang database mulai menggambar diagram REA untuk siklus pendapatan perusahaan dengan membuat entitas kegiatan penjualan dan penerimaan kas dalam bentuk persegi panjang, dan hubungan dualitas ekonomi antara mereka, dalam bentuk wajik.
Selama menggambar diagram REA untuk suatu siklus transaksi, sangatlah berguna untuk membagi kertas yang digunakan untuk menggambar ke dalam tiga kolom, satu kolom untuk setiap jenis entitas. Pergunakan kolom kiri untuk sumber daya, kolom tengah untuk kegiatan, dan kolom kanan untuk pelaku.
Kemudahan untuk membaca diagram dapat ditingkatkan apabila entitas kegiatan digambar dari atas ke bawah, sesuai dengan urutan kejadiannya. Jadi, perancang database mulai membuat Gambar DD-6 dengan memperlihatkan entitas penjualan di atas entitas kegiatan tanda terima kas, di dalam kolom tengah kertasnya.
          Gambar DD-6

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgE4eQrVDQV0zTSdT8sTad7-x2zy3smHsA_uelDaGML03mxHhuyDrOOn0sQRc6nrnMb6Oe1ABPz-_M1K_eTJbJ5rBcXIMoKs0XVBAryNErc8i5-B5URuj05fRNyMK6w1FjwmQawFRsXmGg/s640/4.png

Langkah 2: Identifikasi Sumber Daya dan Pelaku dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.
Ketika kegiatan yang menjadi pusat perhatian telah ditentukan, sumber daya yang dipengaruhi oleh kegiatan tersebut perlu diidentifikasi. Melanjutkan contoh sebelumnya, Perancang database mengamati bahwa kegiatan penjualan dapat diterjemahkan menjadi pemberian persediaan kepada pelanggan, dan bahwa kegiatan penerimaan kas dapat diterjemahkan sebagai menerima kas dari pelanggan. Oleh sebab itu, perancang database menambahkan entitas persediaan dan kas di dalam kolom sumber daya, serta menggambar hubungan arus barang antara kedua entitas tersebut dan kegiatan yang mempengaruhi keduanya.
Bagaimana dengan piutang? Piutang tidak dimodelkan sebagai entitas terpisah karena piutang bukanlah objek yang independen. Sebaliknya, piutang hanya mewakili perbedaan waktu antara dua kegiatan, yaitu: penjualan dan penerimaan kas. Piutang hanya mewakili penjualan yang pembayarannya belum diterima dari pelanggan. Konsekuensinya, apabila data mengenai penjualan dan penagihan kas telah disimpan di dalam database, seluruh informasi yang dibutuhkan untuk menghitung piutang dapat diambil dari informasi yang disimpan mengenai kedua kegiatan tersebut.

Setelah menentukan sumber daya yang dipengaruhi oleh setiap kegiatan, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mengidentifikasi pelaku yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Paling tidak selalu terdapat satu pelaku internal (pegawai) dan, di sebagian besar kondisi, seorang pelaku eksternal (pelanggan atau penyedia barang/vendor) yang terlibat dalam setiap kegiatan. Di dalam kasus siklus pendapatan PERUSAHAAN, pelanggan dan staf penjualan terlibat daiam kegiatan penjualan. Jadi, Perancang database memasukkan tiga entitas pelaku dalam diagram REA siklus pendapatan PERUSAHAAN, yaitu: staf penjualan, pelanggan, dan kasir. Perancang database kemudian menambahkan hubungan untuk mengindikasikan pelaku mana yang terlibat dalam suatu kegiatan. Demi menghindari kekacauan, perancang database tidak menggambar berulang-ulang entitas pelanggan.
          Gambar DD-6

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI874Cy8xJ0yakwvk1_YK-vZAbMdTfdiIur7_np_p4A53WzgdkoNN8sa5rh2jo4ZEDcNVVKVQFVsVNSCrRI8BZe_qoScVs-s4eHdEcyO1Xzax_ZUFm92hsdvhiSId30mc-2B7popM8eaU/s640/5.png

Merupakan hal yang penting untuk dipahami bahwa pelaku dalam model data REA mewakili fungsi, bukan mewakili orang tertentu. Jadi, di dalam Gambar DD-6, Perancang database membuat model entitas staf penjualan dan pelanggan, sebagai entitas terpisah. Akan tetapi, mungkin saja bahwa orang yang sama melakukan kedua peran entitas tersebut. Contohnya, di dalam penjualan tunai, staf penjualan juga dapat bertindak sebagai kasir dan menagih pembayaran dari pelanggan. Akan tetapi, dalam diagram REA akan tetap dimasukkan dua pelaku sebagai model situasi ini.

Akhirnya, Perancang database mempertimbangkan apakah perancang database perlu menambahkan hubungan lain antar-entitas. Model REA mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dihubungkan paling tidak ke satu sumber daya, dan paling tidak dua pelaku. Informasi semacam ini memerlukan tambahan informasi dari wawancara dengan pihak manajemen, untuk mengidentifikasi kemungkinan hubungan lainnya. Contohnya, apabila organisasi mmgarahkan seorang pelanggan ke staf penjualan tertentu untuk menyediakan pelayanan yang sama, maka hubungan langsung antara kedua entitas tersebut (staf penjualan dan pelanggan) akan ditambahkan dalam diagram. Perancang database memutuskan bahwa perancang database tidak perlu memasukkan hubungan semacam ini untuk PERUSAHAAN. Pada tahap ini, diagram REA Perancang database untuk siklus pendapatan PERUSAHAAN akan tampak seperti Gambar DD-3.
Gambar DD-3

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUJTglqkeg_ubojpGfwh3BZVfqMPcRe3urb-SxUeUt1BDTv8dthlylnIuLzzhXjP-veObQsNnSdBTL1QtpRPaVOlMNBuy-eOlNgrTKKsgdHEp9jpu1G2TJ1pJw6OH8Lb_KJy5Cf5DRw00/s640/6.png

Langkah 3: Masukkan Kegiatan Komitmen dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.
Langkah ketiga dalam menggambar diagram REA adalah menganalisis kegiatan pertukaran ekonomi untuk menetapkan apakah kegiatan tersebut dapat dipecah menjadi sebuah kombinasi dari satu atau lebih kegiatan komitmen dan pertukaran.
             Gambar DD-3

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6ivmrNaHrrYjTw3q2EVLcPwbVXqM9mdsK-vU1wpk0nW-hvHd1Q3fqFNu_DYyMSzZMV-v0FQTkRbcwExlz82QEmDGyJqkSXBZFMal9psWH0dXlAaksjMzrV8I9eGZAs7M7O-Re0kmQWas/s640/7.png

Walaupun Gambar DD-3 secara akurat memodelkan penjualan PERUSAHAAN ke pelanggan yang datang ke toko, Perancang database tahu bahwa PERUSAHAAN juga menerima pesanan dari pelanggan dalam tiga cara, yaitu: melalui Internet, telepon, dan surat.

Merupakan hal yang penting bagi PERUSAHAAN untuk secara akurat memperbarui informasi mengenai pesanan-pesanan ini agar manajemen mengetahui kapan saatnya memesan kembali berbagai barang persediaan. Selain itu, merupakan hal yang penting pula untuk diketahui pesanan mana yang telah dikirim dan kapan waktu pengirimannya. Oleh sebab itu,

Perancang database mernutuskan untuk mengganti kegiatan pertukaran ekonomi tunggal yang diwakilkan sebagai penjualan dalam Gambar DD-3, dengan kombinasi kegiatan komitmen, yang disebutnya sebagai pesanan pelanggan, dan dengan kegiatan pertukaran ekonomi yang tetap disebutnya sebagai penjualan.

Perancang database memutuskan bahwa kegiatan penjualan dapat dipergunakan untuk mewakili baik penjualan dengan pengiriman maupun yang terjadi di toko, karena. PERUSAHAAN mengumpulkan informasi yang hampir sama mengenai kedua jenis penjualan tersebut. Perbedaan utama antara kedua kegiatan tersebut adalah penjualan yang terjadi di toko tidak memiliki nomor dokumen pengiriman.

Akan tetapi, Perancang database rnemutuskan untuk tidak memecah kegiatan pertukaran penerimaan kas. Satu-satunya hal yang perlu dilacak PERUSAHAAN adalah penerimaan pembayaran yang sesungguhnya, walaupun untuk pembayaran pelanggan diterima pada saat penjualan, seperti yang umumnya terjadi untuk penjualan di toko, atau penjualan melalui surat.

Akan tetapi, bagaimana dengan penagihan pada pelanggan? Perancang database tidak membuat model penagihan sebagai sebuah kegiatan, karena ini bukanlah merupakan kegiatan pertukaran ekonomi maupun komitmen. Mencetak faktur penjualan dan mengirimkannya ke pelanggan tidak meningkatkan atau mengurangi jumlah sumber daya.

Penagihan juga tidak mewakili komitmen organisasi untuk melaksanakan pertukaran ekonomi di masa mendatang. Kewajiban pelanggan untuk membayar organisasi penjual bukan muncul dari aktivitas penagihan, tetapi dari pengiriman barang dagangan. Aktivitas penagihan hanyalah sebuah kegiatan pemrosesan informasi yang hanya mengambil informasi dari database mengenai pesanan pelanggan dan kegiatan penjualan yang telah terjadi.

Organisasi membangun database untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan informasi mengenai aktivitas rantai nilai mereka. Aktivitas proses informasi seperti ini tidak merubah isi database, dan karenanya, tidak dimodelkan sebagai kegiatan dalam diagram REA. Konsekuensinya, aktivitas pencetakan dan pengiriman faktur penjualan tidak perlu muncul dalam diagram REA siklus pendapatan organisasi.
Langkah 4: Menetapkan Kardinalitas (Cardinalities) Hubungan dalam Membangun Diagram REA untuk satu Siklus Transaksi.
Langkah terakhir dalam menggambar diagram REA untuk satu siklus transaksi adalah menambahkan informasi mengenai sifat hubungan antar-entitas.

Pembahasan ini, mengadopsi notasi Batini untuk mewakili informasi kardinalitas. Jadi, pasangan huruf dan angka dalam tanda kurung yang terdapat di setiap entitas Gambar DD-6, mewakili kardinalitas minimum dan maksimumnya, sesuai dengan keterlibatan entitas dalam hubungan tersebut. Sayangnya, tidak ada standar universal untuk mewakili informasi mengenai kardinalitas dalam diagram REA.
               Gambar DD-6

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEja36slKusXy8hzXTVSXolv8XCnZozb0GTzsdzuh29YD9PY9eeAitHl5gpApv6Rdhzs1ozKY5mEolkT5S5Momc_BbTWVTomQG-dO3PO_Yk511VxAafvY5FlKFWjEGzA0SH06tExlFs0bpc/s640/8.png

sumber :